Jumat, 29 Agustus 2014

Pedagang Bensin Eceran Beralih ke Pertamax

Ilustrasi Pertamina
Bogor - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang langka berimbas kepada pedagang bensin eceran. Para penjual bensin eceran kini beralih berjualan bahan bakar non subsidi jenis pertamax.

Seperti diakui Uus (30), penjual bensin eceran di Jalan Cidangiang, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor. Ia menuturkan, semenjak adanya pembatasan premium bersubsidi oleh PT Pertamina, dagangan bensin premium ecerannya terus merugi.

"Sudah hampir 2 minggu ini susah banget nyari bensin premium. Jadi terpaksa saya jual bensin pertamax, walaupun untungnya tak sebesar premium, yang penting dagang lah," ungkapnya kepada Liputan6.com di tempat dia berjualan, Jumat (29/8/2014).

Biasanya ketika menjual premium, Uus bisa menjual hingga 80 liter per harinya. Namun sekarang dengan menjual pertamax , pria beranak 3 tiga tersebut mengaku hanya bisa menjual 20 sampai 30 liter per harinya.

"Biasanya kalau premium saya jual dengan harga Rp 7.500 dari harga di SPBU Rp 6.500. Kalau sekarang pertamax saya jual Rp 12.000 dari harga aslinya Rp 11.300," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sabar, penjual bensin eceran di Bogor Baru, Kota Bogor. Dirinya bahkan sempat bangkrut setelah adanya pembatasan premium bersubsidi. Namun dengan sedikit sisa modal dirinya kini menjual pertamax eceran.

"Saya berharap pemerintah bisa memberi ketegasan terkait pembatasan ini. Kalau mau dinaikkan ya dinaikkan saja harganya. Saya mending harga naik tapi stok BBM nya aman. Daripada harga tetap tapi langka. Jadi membuat panik warga," pungkasnya.(_Yadi Suryadi_)

Senin, 25 Agustus 2014

Demi Sekolah, Anak-anak Kenya Hadapi Buaya dan Luapan Air Danau

Demi Sekolah, Anak-anak Kenya Hadapi Buaya dan Luapan Air Danau


Chepkenion - Hari ini adalah hari pertama para pelajar memasuki tahun ajaran baru. Ada yang bersemangat karena akan menyambut suasana baru, tak sedikit juga yang berpikir rutinitas membosankan  seperti kemacetan, cuaca yang tidak mendukung, dan berdesakan di kendaraan.

Namun kebosanan itu tak pernah tersirat di pikiran anak-anak di Desa Chepkenion, yang terletak di bibir Danau Baringo, Kenya. Mereka tetap bersemangat untuk sekolah, meski ketinggian air di danau sekitar pemukiman mereka meningkat dan mengisolasi beberapa desa, serta merusak sebuah sekolah di Lurok. Membuat perjalanan ke sekolah menjadi berbahaya.

Beberapa di antara murid-murid rajin yang kerap ke sekolah itu adalah tujuh siswa di SD Katuwot. Ketujuhnya berasal dari komunitas yang desanya terputus atau terisolasi, akibat naiknya ketinggian permukaan danau.
Untuk mencapai sekolah, ketujuh anak itu harus duduk di rakit buatan yang tersusun dari batang kayu lunak dan diikat dengan tali nilon murahan. Tentu saja perjalanan dengan sarana seperti itu sangat membahayakan.
Dilansir dari ABC Australia, Senin (14/7/2014), salah satu siswa yang bernama Stephen Kigen juga melakukan perjalanan berbahaya ini setiap hari. Bahkan pernah selamat dari terkaman binatang buas di Danau Baringo.
Stephen bercerita, dirinya pernah bertemu seekor kuda nil saat menyeberang. Binatang itu lantas menyentuh rakit dan menjungkir-balikkannya. Remaja berusia 14 tahun itu kemudian berenang ke sebuah pohon lalu memanjatnya untuk menyelamatkan diri. "Pohon itu benar-benar telah menyelamatkan nyawaku," ujarnya.

Lima anak lain yang juga harus melintasi danau untuk ke sekolah setiap hari, berasal dari satu keluarga. Ayah mereka, yang bernama Elijah Cheposo juga harus melintasi danau tersebut.

"Kalau hewan-hewan itu tetap di sana, adakah cara lain untuk mereka pergi sekolah? Dan dari mana kami mendapatkan makanan jika tak melintas danau itu? tak ada alternatif lain karena semua daratannya sekarang sudah terendam air," tutur Elijah.
Sementara itu, Kepala SD Katuwit Brian Temanyon mengatakan, banyak anak yang nekat menempuh perjalanan berisiko ke sekolah setiap harinya.

"Beberapa dari mereka tinggal di pulau yang berasal dari perpanjangan Danau Baringo. Dulunya, tempat itu tidak ada. Para orang tua merasa bahwa anak-anak mereka harus tetap mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan," ujar Brian.

Brian juga menuturkan, bagaimana perjalanan melintasi danau dengan risiko bertemu buaya dan kuda nil yang sangat mengkhawatirkan. " Ya, di pulau itu memang ada buaya, kuda nil dan terkadang ombak juga. Anak-anak itu dalam situasi yang sangat tidak aman," keluhnya.
Wilayah Kenya dikenal dengan daerah yang miskin, ditinjau baik secara geografis maupun ekonomi. Seperti yang terjadi pada banyak negara di Afrika. Pendidikan seringkali menjadi jalan satu-satunya untuk keluar dari lingkar kemiskinan, sehingga kondisi yang membahayakan itu adalah risiko yang  perlu dihadapi oleh para orang tua dan anak-anak tersebut.
Sebelumnya, seorang warga desa terbunuh oleh seekor kuda nil pada Maret lalu, dan 9 orang lain juga telah tewas akibat ketinggian air yang meningkat ini. (Khaerul Adha, Istana Mulia Boarding School).

Minggu, 24 Agustus 2014

Kontroversi Vaksin MMR dan Autisme

Kontroversi Vaksin MMR dan Autisme

Dapat sertifikat bebas polio bukan berarti Indonesia tidak lagi perlu vaksin
Liputan6.com, Jakarta Sampai detik ini tidak sedikit masyarakat Indonesia yang percaya bahwa vaksin MMR mengakibatkan terjadinya autisme. Padahal, MMR yang merupakan kombinasi dari tiga jenis vaksin Meales (campak), Mumps (gondok), dan Rubella dapat mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit yang diakibatkan oleh ketiga jenis virus tersebut.
Dijelaskan Dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi, ketakutan seperti itu pernah menimpa sejumlah orangtua di Inggris pada 1998. Setelah seorang peneliti bernama Andrew Wakefield mengklaim bahwa MMR memicu terjadinya autisme, sontak orangtua panik dan membuat mereka enggan melakukan vaksinasi MMR.

"Saat itu yang diuji Wakefield hanya 18 sample. Sedangkan 26 penelitian lain dengan tegas menyatakan, tidak ada hubungan antara pemberian vaksin MMR dengan autisme," kata Soedjatmiko dalam acara `School of Vaccine for Journalist` di Gedung Dewan Pers Lantai 6, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, ditulis Senin (25/8/2014).

Saat melakukan penelitian, lanjut Soedjatmiko, Andrew Wakefield adalah dokter bedah dari University College London (UCL), dan tidak memiliki latar belakang ilmu pengetahuan kesehatan anak, serta ilmu yang mempelajari mengenai vaksin. "Dia itu ahli bedah, tapi berani melakukan penelitian. Akan tetapi, semua penelitian itu penuh dengan kebohongan dan kepalsuan," kata Soedjatmiko.

Meski pun 26 penelitian yang dilakukan pada 1998 sampai 2010 dengan jelas menyebutkan vaksin MMR tidak memiliki hubungan dengan terjadinya autisme, tapi masyarakat Indonesia masih ada yang bersikeras menyatakan dan percaya kalau kondisi tersebut benar-benar terjadi.

"Begitu saya minta artikel soal pembahasan topik ini, tidak ada satu pun yang dapat menyerahkannya kepada saya," kata Soedjatmiko sesal.

Sejak praktik untuk pertama kali pada 1993, Soedjatmiko sudah banyak menemui orangtua yang dengan lantang menolak memberikan vaksin MMR karena informasi yang menyesatkan ini. Namun, penolakan itu tidak diimbangi dengan bukti yang kuat.

Lebih lanjut Sekretaris Satgas PP-IDAI & Ahli Tumbuh Kembang Anak FKUI-RSCM menjelaskan, karena penelitian yang dilakukan Andrew Wakefield penuh kebohongan dan kepalsuan, serta saat melakukan penelitian tidak melakukan prosedur penelitian yang benar, ditambah pula tidak ada konfirmasi dari ahli autisme, maka pihak Ikatan Dokter Anak di Amerika menyatakan pria yang kini berada di Afrika bersalah.

"Bahkan dia dipecat, karena tidak jujur dalam melakukan penelitian. Sekarang dia di Afrika, tidak menjabat sebagai dokter," kata Soedjatmiko.

Tidak hanya di Inggris, orangtua di Jepang pun sempat merasakan kekhawatiran yang sama. Bahkan, sebuah studi yang dikutip dari News Scientist menyebutkan, 30.000 orang anak meninggal dunia karena orangtua takut memberikan sang buah hati virus MMR.

"Setelah heboh dengan penelitian yang dilakukan oleh Andrew Wakefield, membuat orangtua mulai percaya vaksin MMR bertanggungjawab cukup besar atas kenaikan jumlah anak dengan autisme," kata Afiono Agung Prasetyo, dr., Ph. D.

Karena pada zaman itu autisme masih dianggap sesuatu yang menakutkan, tambah Afiono, tak pelak pemberian vaksin MMR pun harus dihentikan. "Dulu itu tidak banyak yang tahu apa itu autisme. Waktu itu, anak usia 2 tahun yang belum bisa ngomong, langsung dicap menyandang autisme," kata Afiono.

Namun sayang, setelah vaksin MMR benar-benar dihentikan dari program vaksinasi wajib pada 1993, jumlah anak dengan kondisi autisme tidak mengalami penurunan, justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Di Jepang sekarang ini, wabah campak dan wabah rubella tengah menghantui masyarakat di sana. Anak-anak yang dulu tidak mendapatkan vaksinasi, banyak yang terkena dua virus itu. Karena semua masyarakat dihebohkan dengan berita tidak benar itu, maka akibatnya seperti yang mereka alami saat ini," kata Peneliti dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

Seperti dikutip dari News Scientist, Hideo Honda dari Yokohama Rehabillitation Centre pun menyebutkan, sebuah studi telah menunjukan bahwa di kota Yokohama, jumlah anak yang menyandang autisme terus mengalami peningkatan, setelah vaksin MMR digantikan dengan vaksin tunggal.

Kamis, 07 Agustus 2014

MUI Haramkan Jilboobs ( Jilbab Boobs)

MUI Haramkan Jilboobs


Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas telah mengeluarkan fatwa haram mengenai pemakaian busana bagi muslimah yang masih memperlihatkan lekuk tubuh. Hal ini termasuk bagi wanita pengguna jilbab, namun tetap mengenakan busana seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang kini dikenal dengan istilah jilboobs.

"Sudah ada fatwa MUI soal pornografi. Termasuk itu tidak boleh memperlihatkan bentuk-bentuk tubuh, pakai jilbab tapi berpakaian ketat. MUI secara tegas melarang itu," ujar Wakil Ketua MUI KH Ma'ruf Amin kepada Kami di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut Ma'ruf, pihaknya mengharamkan hal tersebut lantaran aurat yang ditutup oleh muslimah tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi syariat Islam mengenai cara berpakaian.

"Kalau begitu kan sebagian menutup aurat, sebagian masi memperlihatkan bentuk-bentuk yang sensual, itu yang dilarang," tegas dia.

Dengan begitu, MUI pun mengimbau agar setiap muslimah yang sudah mengenakan jilbab untuk lebih memperhatikan cara berpakaiannya.

"Pertama kita menghargai mereka sudah mau berjilbab. Tapi kalau sudah pakai jilbab pakaiannya jangan seronok lagi," pungkas Ma'ruf Amin.
Sebelumnya, sebuah akun Facebook bernama Jilboobs Community hadir pada 25 Januari 2014. "Indahnya saling berbagi :) nb: di olah dari berbagai sumber," demikian deskripsi tentang halaman Facebook tersebut.

Akun itu memuat sejumlah foto wanita mengenakan jilbab. Yang sama dari gaya busana semua wanita berjilbab di foto-foto itu adalah ukuran pakaian yang ketat sehingga bagian boobs (payudara) wanita-wanita itu terekspos. Dari kata 'Jilbab' dan 'Boobs' lalu dibuatlah akronim 'Jilboobs'.

Langkah-Langkah Menyimpan Harta di Surga

Langkah-Langkah Menyimpan
Harta di Surga

Dibandingkan dengan menyimpan harta di bumi, menyimpan harta di surga jauh lebih sulit bahkan amat sulit dilakukan.
Namun demikian, opsi ini adalah cara terbaik untuk menjadi orang kaya sungguhan. Inilah satu-satunya opsi yang memberikan kepastian akan makna memiliki harta. Selain itu, menyimpan harta di surga memberikan kebahagiaan kepada siapapun yang melakukannya.
Sayang, opsi ini tidak begitu menarik bagi mayoritas orang. Bahkan orang-orang yang percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan yang Maha Esa sekalipun masih banyak yang ragu menyimpan hartanya di surga.

Bila mau menyimpan harta di surga, Anda akan melakukan hal-hal yang sama seperti orang yang menyimpan harta di bumi. Anda tetap menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan, deposito, atau surat berharga; Anda membeli emas dan harta yang tidak bergerak seperti tanah atau properti, atau menyimpannya dalam bentuk investasi.

Perbedaan antara menyimpan harta di surga dan di bumi adalah dalam hal keyakinan.
Selain akal sehat, menyimpan harta di surga memerlukan keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa; sedangkan untuk menyimpan harta di bumi, Anda hanya memerlukan akal sehat dan naluri Anda; keyakinan kepada Tuhan tidak mutlak diperlukan.

Bila Anda mau menyimpan harta di surga, langkah-langkah berikut bisa Anda lakukan. Pertama, pahamilah bahwa uang dan harta yang Anda peroleh adalah milik Tuhan Yang Maha Esa.
Tuhan bisa memberi uang dan harta dan mengambilnya dari Anda sesuai dengan kehendak-Nya. Anda hanya diberi kesempatan untuk menggunakan, mengelola, dan mengembangkannya. Selain itu, Tuhan akan meminta pertanggung-jawaban dari Anda atas uang dan harta yang dititipkan kepada Anda.

Kedua, simpanlah uang Anda di tempat penyimpanan yang relatif aman.
Bila Anda menyimpan di bank dalam bentuk tabungan, pilihlah bank yang menghargai 'good corporate governance.' Dengan menyimpan di bank yang demikian, uang Anda kemungkinan besar akan dikelola dengan baik dengan hasil yang relatif besar sekalipun Anda hanya mendapat hasil yang kecil.
Anda bisa juga menyimpan uang Anda dalam bentuk deposito, yang hasilnya lebih tinggi dari pada menyimpannya dalam bentuk tabungan.

Ketiga, simpanlah uang Anda dalam bentuk barang-barang berharga seperti emas.
Seperti Anda ketahui, nilai mas tidak surut. Nilainya stabil bahkan harganya bisa semakin mahal dengan berjalannya waktu. Selain itu, Anda bisa menjualnya dengan mudah dan cepat bila Anda membutuhkan dana segar.

Ke-empat, investasikanlah uang Anda dalam bentuk harta tidak bergerak.
Anda bisa menyimpan uang Anda dalam bentuk tanah atau properti. Belilah tanah atau properti, yang bila dijual kelak bisa menghasilkan untung. Usahakanlah memilih lokasi-lokasi tanah atau properti yang strategis sehingga Anda bisa menjualnya dengan cepat dengan keuntungan yang masuk akal.
Agar lebih mudah menjualnya di masa mendatang, Anda bisa membeli tanah atau properti dengan harga yang bisa dijangkau oleh banyak orang.

Ke-lima, investasikanlah uang Anda dengan cara membeli saham atau surat-surat berharga.
Belilah saham-saham yang masuk kategori "blue chip". Bisa juga Anda memilih saham-saham yang masuk "Kompas 100" atau yang direferensikan oleh majalah-majalah yang terpecaya. Bila Anda membeli saham, biarkanlah saham-saham itu berkembang selama dua atau tiga tahun. Setelah itu, tinjaulah saham-saham yang Anda beli dan buat keputusan-keputusan investasi sesuai dengan naluri bisnis Anda.

Ke-enam, berikanlah 10% dari seluruh penghasilan Anda kepada institusi yang berhak mendapatkannya.
Ada nasihat dari kitab kuno bahwa 10% dari penghasilan bersih Anda adalah milik Tuhan yang Maha Esa. Jadi, berikanlah 10% dari penghasilan bersih Anda kepada institusi yang berhak menerimanya dan usahakanlah untuk tidak menundanya. Dengan melakukan demikian, Anda jujur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Ke-tujuh, di luar dari yang 10% yang telah disebutkan pada langkah ke-enam, berikanlah sebagian dari uang, harta atau hasil investasi Anda kepada orang yang membutuhkan.
Anda bisa melakukan hal ini dengan memberikan sebagian uang dan harta Anda kepada orang miskin, orang susah, orang sakit, atau orang-orang yang membutuhkan uang demi tercapainya kebaikan bagi masyarakat.
Anda bisa juga memberikan donasi kepada institusi pendidikan seperti sekolah atau kampus yang sungguh-sungguh membangun sumber daya manusia, institusi yang berusaha mendidik masyarakat, institusi
kesehatan yang mencari solusi untuk penyakit-penyakit yang obatnya belum ditemukan.
Bisa juga Anda memberi sumbangan ke partai-partai politik yang sungguh-sungguh berjuang untuk rakyat banyak.

Ke-delapan, sebelum Anda meninggalkan dunia ini, pikirkanlah siapa yang akan mewarisi uang dan harta Anda. Bila Anda mempunyai putra- putri yang bijak, dan Anda yakin bahwa mereka bisa mengelola dan mengembangkan harta Anda seperti Anda mengelola dan mengembangkannya, wariskanlah uang dan harta Anda kepada mereka.
Bila putra-putri Anda tidak mempunyai kecerdasan atau bijaksana untuk mengelolanya, jauh lebih baik bila Anda mewariskan harta Anda kepada badan-badan atau institusi yang berjuang untuk orang lain atau masyarakat banyak. Putra-putri Anda cukup mendapatkan seperlunya.

Dengan melakukan kedelapan hal di atas, Anda menyimpan harta di surga; sebuah pilihan yang sulit. Namun, hanya opsi ini yang paling membahagiakan Anda baik sekarang maupun di akhirat.