Selasa, 09 Desember 2014
PSSI Siapkan Langkah Hukum
Diminta Transparan Oleh KIP, PSSI Siapkan Langkah Hukum:
http://news.babe.co.id/2761069
Minggu, 30 November 2014
Wanita, Hati-hati Pembalutmu, Musuhmu?
PEMBALUT. Benda yang satu ini memang sudah sangat akrab dengan wanita yang sudah mengalami masa haidh. Pembalut melindungi agar darah haidh yang di keluarkan wanita tidak berceceran kemana-mana dan menjaga kesucian tempat yang dilalui oleh wanita yang sedang haidh.
Mengapa di dalam fiqih dikatakan waita yang sedang haidh dilarang berjalan ke dalam masjid? Karena zaman dahulu belum ada pembalut sehingga dikhawatirkan darah haidh yang keluar dapat berceceran sehingga mengotori kesucian tempat beribadah. Namun, apakah Anda ketahui bahwasannya pembalut yang pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung justru menjadi salah satu penyebab kanker serviks karena terbuat dari bahan-bahan yang sangat tidak layak untuk digunakan sebagai pembalut?
Berikut beberapa bahan dasar berbahaya untuk pembalut murahan yang sering dipakai wanita saat ini:
• Ada pembalut yang tidak 100% menggunakan kapas murni sebagai bahan dasarnya. Tetapi untuk menghemat biaya produksi, para produsen jahat mendaur ulang kertas bekas, kertas koran, kardus, serbuk kayu (pulp), dan karton bekas yang penuh dengan bakteri sebagai bahan dasar pembalut.
• Dalam proses daur ulang, banyak terkandung zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan. Zat kimia ini juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau. Hal inilah yang menyebabkan resiko terjadinya kanker mulut rahim.
• Pada pembalut wanita yang putih bersih, setiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus.
Lantas bagaimanakah cara mengenali pembalut yang berbahaya? Anda bisa melakukan penelitian secara sederhana.
• Sediakan setengah gelas air putih
• Robek pembalut, ambil bagian dalamnya
• Masukkan pembalut pada gelas berisi air
• Aduk secara perlahan
• Amatilah! Jika kapas pembalut tersebut hancur atau air menjadi keruh, bisa jadi itu adalah pembalut yang menggunakan bahan dasar yang tidak layak.
SELENGKAPNYA: http://www.islampos.com/wanita-hati-hati-pembalutmu-musuhm…/
• Ada pembalut yang tidak 100% menggunakan kapas murni sebagai bahan dasarnya. Tetapi untuk menghemat biaya produksi, para produsen jahat mendaur ulang kertas bekas, kertas koran, kardus, serbuk kayu (pulp), dan karton bekas yang penuh dengan bakteri sebagai bahan dasar pembalut.
• Dalam proses daur ulang, banyak terkandung zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan. Zat kimia ini juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau. Hal inilah yang menyebabkan resiko terjadinya kanker mulut rahim.
• Pada pembalut wanita yang putih bersih, setiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus.
Lantas bagaimanakah cara mengenali pembalut yang berbahaya? Anda bisa melakukan penelitian secara sederhana.
• Sediakan setengah gelas air putih
• Robek pembalut, ambil bagian dalamnya
• Masukkan pembalut pada gelas berisi air
• Aduk secara perlahan
• Amatilah! Jika kapas pembalut tersebut hancur atau air menjadi keruh, bisa jadi itu adalah pembalut yang menggunakan bahan dasar yang tidak layak.
SELENGKAPNYA: http://www.islampos.com/wanita-hati-hati-pembalutmu-musuhm…/
Rabu, 26 November 2014
Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Islamic Business Boarding School Infomasi Teknologi Anyer Carita
Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Islamic Business Boarding School Infomasi Teknologi Anyer Carita
(foto : Masa Orientasi Badan Eksekutif Santri Terpadu BEST SMP IT Istana Mulia)
Apakah Anda termasuk Ayah atau Ibu yang ingin putranya betah dan senang hidup di pesantren ? Insya Allah Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Akan menjadi salah satu alternatif untuk putra Anda. Silahkan segera survey lokasi, peta alamat pesantren klik disini
(foto : Salah satu sudut Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita))
Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia dengan luas tanah saat ini 25.000m2 (2,5 hektar) dan insya Allah akan terus dikembangkan sampai 99 hektar ini menawarkan konsep pendidikan ala sekolah alam yang dipadukan dengan konsep pesantren bisnis berbasis Al-Qur’an dan Informasi Teknologi khususnya bisnis online (google marketing). Daftar online klik disini
(foto : Santri sedang belajar Bisnis Online di kelas dengan sistem kelas terbuka sehat udara dan suasana di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita)
Kami memohon do'a restu dari pembaca sekalian, semoga Allah SWT memudahkan rencana kerja Istana Mulia Groups sampai dengan tahun 2025 untuk menuntaskan rencana pengembangan Istana Mulia Groups, seperti membangun Istana Musaafir (Guesthouse), Istana Kuliner / Restoran Terapung di Danau buatan, Masjid Pesantren dengan Taman Terbesar di Dunia, Istana Pohon Buah, Istana Tanaman Obat, Istana Budidaya Ikan, Istana Pacuan Kuda, Kolam renang, Lapangan memanah, Helypad, Istana Raja (Hotel bintang 3 sd 5), Istana Edu time zone terbesar di Indonesia.
(Foto : Bagian dari TIM Manajemen dan Pengajar di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita)
Dalam prakteknya Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia ini mengadopsi sistem Multiple Intelegency (Kecerdasan Majemuk) sebagai pendekatan belajarnya dan menjadikan alam terbuka luas sebagai sarana ekplorasinya. Daftar online klik disini
(Foto : Buka bersama puasa senin dan kamis santri di Istana Kuliner Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita)
Sungguh kami menyadari bahwa menyediakan sarana pendidikan belajar sesuai minat dan bakat anak didik tidaklah mudah, namun kami meyakini atas izin Allah, kerjakeras, dan do’a serta kerjasama semua pihak semua akan terwujud dengan baik.
Kami meyakini bahwa Semua Anak Adalah Bintang, Maka mari Kita Berdo'a dan Berusaha Bersama, Semoga Anak Kita Menjadi Insan Mulia Sejahtera yang Selamat, Kuat, dan Bermanfaat Untuk Indonesia dan Dunia. Kami Akan Melayani dan Mendampingi Anda, Agar Anak Anda Belajar dengan Mudah, Indah dan Penuh Berkah. Daftar online klik disini
Kami meyakini bahwa Semua Anak Adalah Bintang, Maka mari Kita Berdo'a dan Berusaha Bersama, Semoga Anak Kita Menjadi Insan Mulia Sejahtera yang Selamat, Kuat, dan Bermanfaat Untuk Indonesia dan Dunia. Kami Akan Melayani dan Mendampingi Anda, Agar Anak Anda Belajar dengan Mudah, Indah dan Penuh Berkah. Daftar online klik disini
(Foto : Persemian Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita oleh Pejabat Provinsi Banten dan Pejabat Kab Serang)
Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia bermetode alam adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran santri. Di sini, anak belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta. Daftar online klik disini
(Foto : Santri menanam Pohon Buah Surgawi (Pohon Tin, Zaitun, Delima, Kurma, Jahe, dll) di Istana Kuliner Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia (SMP dan SMK Infoemasi Teknologi Anyer Carita)
• Alam sebagai ruang belajar.
• Alam sebagai media dan bahan mengajar.
• Alam sebagai objek pembelajaran.
Selasa, 25 November 2014
Kantor Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Islamic Business Boarding School Infomasi Teknologi Anyer Carita sudah siap pakai
Alhamdulillah atas nikmat dan berkah
Allah SWT, Kantor Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis
(Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Islamic Business Boarding School
Infomasi Teknologi Anyer Carita sudah siap pakai, walau masih dalam
tahap finishing tapi sudah dapat dipergunakan untuk menyambut tamu calon
santri PSB 2015 2016 Taman
Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana
Mulia Islamic Business Boarding School Infomasi Teknologi Anyer Carita.
Kami memohon do'a restu dari
pembaca sekalian, semoga Allah SWT memudahkan rencana kerja Istana Mulia
Groups sampai dengan tahun 2025 untuk menuntaskan rencana pengembangan
Istana Mulia Groups, seperti membangun Istana Musaafir (Guesthouse),
Istana Kuliner / Restoran Terapung di Danau buatan, Masjid Pesantren
dengan Taman Terbesar di Dunia, Istana Pohon Buah, Istana Tanaman Obat,
Istana Budidaya Ikan, Istana Pacuan Kuda, Kolam renang, Lapangan
memanah, Helypad, Istana Raja (Hotel bintang 3 sd 5), Istana Edu time
zone terbesar di Indonesia.
Senin, 13 Oktober 2014
Papan Pantul dan Keranjang Bola Basket
Keranjang Bola Basket
Keranjang
terdiri dari ring dan jala. Ring terbuat dari besi keras sedangkan jala berupa
tali anyaman yang pada umumnya terbuat dari bahan nilon.
·
Tinggi
ring
: 2,75 meter
·
Diameter
ring :
0,45 meter
·
Panjang
jala
: 0,4 meter
Berikut
ini beberapa gambar keranjang basket:
Contoh
Keranjang Bola Basket
Papan Pantul
Papan
pantul terbuat dari papan keras yang ditempatkan di belakang ring untuk
memantulkan bola jika tidak masuk ke dalam keranjang atau untuk memasukkan bola
ke dalam keranjang dengan teknik tertentu (teknik pantulan).
·
Panjang
papan
: 1,8 meter
·
Lebar
papan
: 1,2 meter
·
Tebal
papan
: 0,003 meter
·
Tinggi papan dari
lantai
: 2,75 meter
·
Jarak
dari belakang keranjang : 0,15 meter
Beberapa contoh papan pantul:
Kamis, 25 September 2014
Senin, 22 September 2014
Minggu, 21 September 2014
Rabu, 10 September 2014
Selasa, 09 September 2014
Senin, 08 September 2014
Makan Mahal di Warung Lesehan Sekitar Wisata Karang Bolong Bukan Isapan Jempol Belaka
Serang,FESBUK
BANTEN News (7/9/2014) – Makan makanan disekitar kawasan wisata Anyer
dekat Karang Bolong,Kabupaten Serang dengan menu sedikit namun harus
membayar dengan biaya mencekik, ternyata bukan hanya isapan jempol
belaka.
Berdasarkan penelusuran langsung relawan FBn (Sabtu, 6September 2014)di lokasi yang diributkan di media sosial kaskus di warung lesehan di samping Mushola dekat kawasan wisata Karang Bolong . Ternyata memang benar makan untuk empat orang denganmenu yang sedikit , pengunjung di warung tersebut harus membayar lebih dariRp500 ribu. Dan pemilik warung tersebut membantah jika pengunjung di warung tersebut harus membayar Rp 1 juta hanya untuk makan empat orang.
Dalam rekaman yang diperoleh relawan, ibu pemilik warung tersebut mengakui, bahwa makan untuk empat orang Rp500 ribu lebih. Dan kepada pengunjung dia tidak memperlihatkan daftar menu berikut harganya yang disediakan warung tersebut. “Iya,yang makan tidak melihat daftar menu,” kata ibu pemilik warung tersebut.
Bahkan, berdasarkan penelusuran di warung sekitarnya, ada semacam “kesepakatan” warung-warung di sekitar tersebut tidak memperlihatkan daftar menu kepada para pengunjung. Dan menurut info yang didapat, ibu pemilik warung yang mengatrol harga terlalu tinggi di boikot oleh warung lainnya.Karena memberikan harga yang sangat tinggi.
Seorang pengguna facebook mengunggah sebuah bon atau kwitansi pembayaran makanan yang diakuinya berada di sebuah restoran di Anyer. Di kwitansi tersebut ada tujuh menu makanan dan minuman yang dipesan. Namun, harga tiap makanan terbilang mahal.
Dua ikan bakar dihargai Rp 400 ribu, 1 cumi saos tiram Rp 180 ribu, 3 cah kangkung Rp 200ribu, 1 baso sapi Rp 20 ribu, 2 nasi putih Rp 90 ribu, 2 lalap+sambal Rp 30ribu, dan 1 es teh manis Rp 80 ribu. Jumlah total yang harus dibayar oleh pemesan adalah Rp 1 juta.(noe/LLJ)
warung lesehan yang dihebohkan mahal
pemilik warung lesehan yang dihebohkan mahal
Berdasarkan penelusuran langsung relawan FBn (Sabtu, 6September 2014)di lokasi yang diributkan di media sosial kaskus di warung lesehan di samping Mushola dekat kawasan wisata Karang Bolong . Ternyata memang benar makan untuk empat orang denganmenu yang sedikit , pengunjung di warung tersebut harus membayar lebih dariRp500 ribu. Dan pemilik warung tersebut membantah jika pengunjung di warung tersebut harus membayar Rp 1 juta hanya untuk makan empat orang.
Dalam rekaman yang diperoleh relawan, ibu pemilik warung tersebut mengakui, bahwa makan untuk empat orang Rp500 ribu lebih. Dan kepada pengunjung dia tidak memperlihatkan daftar menu berikut harganya yang disediakan warung tersebut. “Iya,yang makan tidak melihat daftar menu,” kata ibu pemilik warung tersebut.
Bahkan, berdasarkan penelusuran di warung sekitarnya, ada semacam “kesepakatan” warung-warung di sekitar tersebut tidak memperlihatkan daftar menu kepada para pengunjung. Dan menurut info yang didapat, ibu pemilik warung yang mengatrol harga terlalu tinggi di boikot oleh warung lainnya.Karena memberikan harga yang sangat tinggi.
Seorang pengguna facebook mengunggah sebuah bon atau kwitansi pembayaran makanan yang diakuinya berada di sebuah restoran di Anyer. Di kwitansi tersebut ada tujuh menu makanan dan minuman yang dipesan. Namun, harga tiap makanan terbilang mahal.
Dua ikan bakar dihargai Rp 400 ribu, 1 cumi saos tiram Rp 180 ribu, 3 cah kangkung Rp 200ribu, 1 baso sapi Rp 20 ribu, 2 nasi putih Rp 90 ribu, 2 lalap+sambal Rp 30ribu, dan 1 es teh manis Rp 80 ribu. Jumlah total yang harus dibayar oleh pemesan adalah Rp 1 juta.(noe/LLJ)
warung lesehan yang dihebohkan mahal
pemilik warung lesehan yang dihebohkan mahalMinggu, 07 September 2014
Selasa, 02 September 2014
Guru di Sekolah Tertinggal di Indonesia Tidak Terbiasa dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pengajaran
Guru di Sekolah Tertinggal di Indonesia Tidak Terbiasa dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pengajaran
Tarakan, Kalimantan Timur – Apakah bisa murid mempelajari sesuatu
bila cara mengajar guru hanya dengan masuk ke kelas, membuka buku dan
kemudian membacakan teks dengan keras? Pertanyaan ini berkecamuk di
pemikiran ribuan murid dan orang tua murid yang berada di desa-desa
kecil yang tersebar di negara kita, dimana para guru sekolah dasar dan
sekolah menengah pertama umumnya masuk ke dalam kelas dan “mengajar”
dari buku tanpa membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Para pemerhati pendidikan melihat bahwa kondisi guru-guru yang
“kurang bersemangat saat mengajar” disebabkan pada ketidaktahuan para
guru untuk mempersiapkan Rencana Pelaksanan Pembelajaran yang baik.
Anita lie, dari Universitas Katolik Widya Mandala di Surabaya
mengatakan bahwa kualitas para guru yang berada di desa kecil, terutama
yang berada di lokasi terpencil, merupakan masalah penting yang
dihadapi.
”Banyak diantara mereka yang tidak tahu bagaimana menyiapkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran yang baik,” kata Anita, yang menambahkan bahwa
didalam rencana pelaksanaan pembelajaran mencakup topik pelajaran dan
strategi tentang bagaimana cara guru akan memberikan informasi ke para
murid di kelas.
”Guru harus mempunyai rencana sebelum masuk kedalam kelas dan mengajar para murid. Ini adalah hal paling dasar.” tuturnya.
Anita adalah fasilitator pelatihan guru bersama Tanoto Foundation,
dan telah memberikan pelatihan lebih dari 200 guru di Pekanbaru, Riau,
Bogor, serta Tarakan dan Balikpapan, Kalimantan Timur pada tahun 2006.
Dia meyakini bahwa para murid tidak bisa diharapkan dapat berkembang
bila guru – guru di daerah tepencil tetap mengajar hanya dengan
mengikuti buku dan tanpa membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
”Kondisi ini terjadi hampir di setiap desa kecil, bahkan di Pulau
Jawa,” katanya. “Situasi seperti ini bahkan terjadi lebih parah di
Papua. Pemerintah seharusnya melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah
ini.”
Anita juga menambahkan bahwa para guru di daerah terpencil juga
mengalami masalah lainnya, tidak hanya kurangnya fasilitas sekolah
tetapi juga seperti masalah budaya, dimana mereka menghadapi murid-murid
yang berasal dari berbagai suku daerah lokal yang terkadang tidak
menganggap pentingnya bersekolah.
Yulius Labo, 52 tahun, Kepala Sekolah Sekolah Dasar 08 Sesayap di
Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Timur –yang berjarak sekitar 3 jam
perjalanan dengan menggunakan boat dari Tarakan- mengatakan disekolahnya
hanya terdapat enam guru dan tidak satupun diantara mereka yang lulus
kuliah. Para guru disekolahnya tidak terlalu mampu dalam membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan terkadang mereka meminta untuk
disediakan fasilitas lain, seperti komputer.
”Tetapi disini kami tidak mempunyai listrik,” kata Yulius.
Yasa, guru sekolah dasar di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur
mengatakan banyak dari rekan gurunya yang tidak pernah membuat Rencana
Pelaksaanan Pembelajaran.
Dia menambahkan, beberapa dari rekan gurunya merasa sulit dalam
membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, terlepas bahwa sebenarnya
mereka membutuhkan pelatihan terlebih dulu.
Selama pelatihan oleh Anita minggu lalu, para guru dan kepala sekolah
diminta untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada selembar
kertas kosong. Mereka menuliskan apa yang telah mereka rencanakan saat
mengajar dikelas dan tujuan pembelajaran. Beberapa dari mereka juga
membawa alat peraga, missalnya membawa bunga lili untuk pelajaran
biologi, sehingga membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Menurut Anita, para guru tidak memerlukan perlengkapan yang mahal
dalammenyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Mereka hanya
membutuhkan latihan dan menambah kreatifitas, yang umumnya bisa
didapatkan dengan mengikuti pelatihan, membaca dan dukungan fasiltas
yang memadai di sekolah mereka masing-masing.
Giri Suryatmana, Sekretaris Bagian Umum Pelatihan Guru untuk
Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa terdapat sekitar 75.000
guru didaerah pedalaman, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau
terpencil. Jumlah ini dianggap minoritas mengingat di Indonesia terdapat
2.9 miliard guru negeri dan sekolah islam.
Menurut Giri, salah satu solusi bagi guru guru didaerah pedalaman adalah memberikan akses ke Internet.
”Walaupun dengan demikian, akan ada masalah lain. Para guru di
daerah pedalaman tidak melek Internet. Ini bukanlah hal yang gampang
untuk diselesaikan,” katanya. “Mari kita menunggu kebijakan baru untuk
para pendidik, selagi kita mengusahkan memberikan akses internet di
wilayah-wilayah terpencil.”
Dia menyebutkan bahwa di devisinya telah menyelenggarakan project
Internet untuk sekolah di 33 kabupaten, dan hasilnya ternyata para guru
mendapati bahwa banyak metode pengajaran baru yang dapat dipelajari.
Sukemi, anggota special staff Kementerian Pendidikan, menyampaikan
kepada Jakarta Globe bahwa di era otonomi daerah, para penyelenggara
pemerintah daerah harus mengambil tanggung jawab dan melakukan sesuatu
kepada para guru.
Dia memastikan bahwa kementerian tidak menutup mata mengenai
permasalah ini. “kementerian berkomitmen untuk menciptakan kebijakan
baru dalam menghasilkan guru-guru yang berkualitas untuk mengajar di
daerah terpencil.”
Langganan:
Postingan (Atom)














