Sawah Di Lebak Mulai Kekeringan
(Roel Istana)
Lebak (AntaraBanten) - Sawah tadah hujan di Kabupaten Lebak, Banten, mulai kekeringan akibat musim kemarau yang melanda beberapa pekan terakhir di wilayah itu.Berdasarkan pantauan, ribuan hektare sawah tadah hujan di sejumlah daerah di Kabupaten Lebak mulai kekeringan setelah tiga pekan terakhir tidak turun hujan.
Kekeringan persawahan itu tentu mengancam produksi pangan.
"Kami sedang melakukan pendataan jumlah areal sawah yang mengalami kekeringan," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Yuntani, Selasa.
Menurut dia, sebagian besar sawah yang mengalami kekeringan itu merupakan areal sawah tadah hujan yang di musim tanamnya mengandalkan air hujan.
Selama ini, ujar dia, sudah tiga pekan terakhir tidak turun hujan sehingga perlu adanya bantuan pompanisasi untuk menyelamatkan produksi pangan di daerah itu.
Sebab tanaman padi yang terancam kekeringan tersebut antara usia di bawah 70 hari setelah tanam (HST) dan lokasinya berada pada lahan marjinal tanpa memiliki saluran pengairan yang baik.
"Kami siap menyalurkan bantuan pompanisasi untuk mengatasi kekeringan itu," katanya.
Ia menjelaskan, bantuan pompa air itu untuk menyedot air dari daerah aliran sungai untuk mengaliri lahan pertanian.
Bantuan pompa air itu dana operasional untuk membeli bahan bakar ditanggung oleh kelompok tani.
"Saya berharap petani memiliki partisipasi untuk mengeluarkan biaya secara swadaya karena kami juga memiliki keterbatasan anggaran," ujarnya.
Sementara itu, Pepen, petani Kecamatan Rangkasbitung, mengaku pihaknya merasa bingung karena lahan tanaman padi miliknya seluas tujuh petak mulai kekeringan.
Bahkan, petak-petak sawah terlihat kondisi tanah terbelah kekeringan sehingga daun dan batang tanaman padi sudah tidak tumbuh dengan subur akibat kemarau tersebut.
"Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan untuk meringankan beban petani," katanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar