Rabu, 23 Juli 2014

Enam Peran Strategis Orang Tua



             Enam Peran Strategis Orang Tua
1.      Keteladanan
Dalam kontek menggali dan mengembangkan bakat, keteladanan orang tua bisa dalam bentuk loyalitas dan totalitasnya dalam menjalani dan mengembangkan profesi yang dijalani, tidak setengah-setengah, aktif membaca, aktif menulis, dan lain-lain. Keteladanan orang tua menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak untuk menirunya sedikit demi sedikit, Misalnya, keteladanan dalam bertutur sapa, berinteraksi dengan orang lain, menjalani kewajiban kepada Tuhan dan sesame, mengembangkan ilmu, bernegosiasi, dan lainnya.


2.      Pembuatan Program dan Pengawasan
Program ini bertujuan agar waktu anak berisi hal-hal yang positif. Misalnya, belajar mengenal bakat dan mengembangkannya, bermain, berinteraksi, menonton televise, dan lainnya. Anak memiliki waktu belajar mata pelajaran sekolah, berkarya secara bebas sesuai dengan minat untuk menggali bakat terbesarnya, membaca buku-buku yang disukai. Program ini harus disertai pengawasan ketat. Sebab, di zaman sekarang, pengaruh teman dan lingkungan sangat besar. Pengawasan diperlukan untuk memastikan anak disiplin menjalankan program yang telah di musyawarahkan dan disepakati bersama.
3.      Penghargaan
Penghargaan atau rewad ini lebih mendidik dan bisa menambah rasa percaya diri dan keyakinan anak. Orang tua juga harus hati-hati, jangan sampai menjadi sombong, menyepelekan, dan merendahkan orang lain. Disinilah pentingnya membekali secara lengkap, yang tidak hanya bertumpu pada intellectual quotient (IQ), tapi juga emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ). stabilitas emosi, ketekunan, rendah hati, kegigihan, dan kedekatan dengan Tuhan menjadi nilai-nilai penting bagi anak dalam menggapai tangga kesuksesan.
4.      Menciptakan Lingkungan yang Kondusif
Lingkungan sangat  berpengaruh terhadap karakter anak didik. Teman, pergaulan, suasana lingkungan, tempat anak tumbuh dan berkembang membentuk karakter anak yang keras, lemah lembut, berperilaku santun, atau sebaliknya. Organisasi lingkungan sangat bermanfaat untuk semua kepentingan, misalnya membahas ekonomi rakyat, pendidikan, kenakalan, kemasyarakatan, dan lainya. Jangan hanya menyerahkan kepada proses alam, karena maksimalisasi usaha sangat menentukan keberhasilan program dengan tetap berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kesuksesan.
Orang tua tidak boleh menggantungkan kesuksesan anak pada lembaga pendidikan tanpa ikut terlibat aktif dalam mengawal dan mengawasi perkembangan anak. Jika orang tua tidak sungguh-sungguh mengawal proses pendidikan anak, sangat besar kemungkinan anak terjerumus dalam pergaulan bebas yang merusak karakter dan kualitasnya. Tidak ada waktu bersantai bagi orang tua dalam mengawasi dan membantu lembaga pendidikan dalam mendidik anaknya secara intensif dan ekstensif dengan program-program berkualitas, kompetetif, dan produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar