Enam Peran
Strategis Orang Tua
1.
Keteladanan
Dalam
kontek menggali dan mengembangkan bakat, keteladanan orang tua bisa dalam
bentuk loyalitas dan totalitasnya dalam menjalani dan mengembangkan profesi
yang dijalani, tidak setengah-setengah, aktif membaca, aktif menulis, dan
lain-lain. Keteladanan orang tua menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak
untuk menirunya sedikit demi sedikit, Misalnya, keteladanan dalam bertutur
sapa, berinteraksi dengan orang lain, menjalani kewajiban kepada Tuhan dan
sesame, mengembangkan ilmu, bernegosiasi, dan lainnya.
2.
Pembuatan Program
dan Pengawasan
Program
ini bertujuan agar waktu anak berisi hal-hal yang positif. Misalnya, belajar
mengenal bakat dan mengembangkannya, bermain, berinteraksi, menonton televise,
dan lainnya. Anak memiliki waktu belajar mata pelajaran sekolah, berkarya
secara bebas sesuai dengan minat untuk menggali bakat terbesarnya, membaca
buku-buku yang disukai. Program ini harus disertai pengawasan ketat. Sebab, di
zaman sekarang, pengaruh teman dan lingkungan sangat besar. Pengawasan
diperlukan untuk memastikan anak disiplin menjalankan program yang telah di
musyawarahkan dan disepakati bersama.
3.
Penghargaan
Penghargaan
atau rewad ini lebih mendidik dan
bisa menambah rasa percaya diri dan keyakinan anak. Orang tua juga harus
hati-hati, jangan sampai menjadi sombong, menyepelekan, dan merendahkan orang
lain. Disinilah pentingnya membekali secara lengkap, yang tidak hanya bertumpu
pada intellectual quotient (IQ), tapi
juga emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ). stabilitas
emosi, ketekunan, rendah hati, kegigihan, dan kedekatan dengan Tuhan menjadi
nilai-nilai penting bagi anak dalam menggapai tangga kesuksesan.
4.
Menciptakan
Lingkungan yang Kondusif
Lingkungan
sangat berpengaruh terhadap karakter
anak didik. Teman, pergaulan, suasana lingkungan, tempat anak tumbuh dan
berkembang membentuk karakter anak yang keras, lemah lembut, berperilaku
santun, atau sebaliknya. Organisasi lingkungan sangat bermanfaat untuk semua
kepentingan, misalnya membahas ekonomi rakyat, pendidikan, kenakalan,
kemasyarakatan, dan lainya. Jangan hanya menyerahkan kepada proses alam, karena
maksimalisasi usaha sangat menentukan keberhasilan program dengan tetap berdoa
kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kesuksesan.
Orang tua tidak
boleh menggantungkan kesuksesan anak pada lembaga pendidikan tanpa ikut
terlibat aktif dalam mengawal dan mengawasi perkembangan anak. Jika orang tua
tidak sungguh-sungguh mengawal proses pendidikan anak, sangat besar kemungkinan
anak terjerumus dalam pergaulan bebas yang merusak karakter dan kualitasnya.
Tidak ada waktu bersantai bagi orang tua dalam mengawasi dan membantu lembaga
pendidikan dalam mendidik anaknya secara intensif dan ekstensif dengan
program-program berkualitas, kompetetif, dan produktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar